Senin, 15 Maret 2010

kehidupan

Kehidupan
Kehidupan di dunia ini sangatlah sulit untuk dimengerti akan tetapi semua itu bisa berubah akan pengertiannya apabila kita mampu untuk memikirkannya dengan penuh perasaan dan pendalaman.Bukankah semua sudah ada yang mengatur kita hanyalah penjalan dan semua itu terserahpada yang menjalani.

Kehidupan bagaikan roda pedati yang terus berputar,kadang diatas dan kadang pula dibawah. Kita tidak boleh lupa mana kala kita sedang ada diatas dan kita tidak boleh mengeluh ataupun menyerah mana kala kita sedang ada dibawah.

Kehidupan hanyalah panggung sandiwara,janganlah kita terpedaya dalam kehidupan di dunia karena akan menyesal dikemudian hari apabila kita sudah terperosok di dalamnya.

“JALANI KEHIDUPAN INI DENGAN PENUH SEMANGAT,TERUS BERUSAHA,DAN BERDOA JANGAN PERNAH PUTUS ASA”

Sabtu, 13 Maret 2010

tujuan hidup

Coba bayangkan sebentar… Anda tengah berada di sebuah daerah. Dan anda berniat datang ke rumah seorang teman di daerah lain yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya. Alamat sudah dikantongi. Lalu anda pun berangkat.

Di tengah perjalanan, anda sampai di pertigaan jalan yang membingungkan. Anda ragu mau ambil jalan yang mana. Anda berupaya mencari orang untuk tempat bertanya. Namun sayang daerah itu tak berpenghuni. Tak seorang pun anda temui. Anda berupaya menelpon teman anda, tapi sialnya handphone anda ngedrop kehabisan daya baterai. Kalaupun handphone nyala, daerah itu tak terjangkau sinyal.

Apa kira-kira yang anda lakukan? Jalan mana yang anda ambil? Jalan pertama, jalan kedua, atau yang ketiga?

Anda lalu berspekulasi. Anda ambil jalan pertama. Setelah anda ambil jalan tersebut, naas hasilnya. Anda tersesat! Rencana menuju rumah teman tak kesampaian ditambah lagi anda tak tahu jalan untuk pulang.

Rekan-rekan semua… ilustrasi singkat di atas menggambarkan betapa penting kita tahu bagaimana jalan mencapai tujuan. Kita tak cukup memiliki tujuan, namun perlu tahu bagaimana cara mencapainya.

Saya yakin anda semua punya cita-cita. Mungkin anda ingin menjadi pengusaha, atau artis, pegawai negeri, internet marketer, atau apapun. Dan apapun cita-cita anda hanya mungkin terwujud bila anda tahu bagaimana cara mencapainya.

Soal impian atau cita-cita saya yakin tak ada orang yang tak memilikinya. Terlalu berlimpah mungkin mimpi yang ingin anda capai. Yang banyak terjadi justru kita tak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Karena itulah anda butuh peta untuk membimbing langkah-langkah anda guna mencapai yang anda inginkan. Bila anda ingin berbisnis internet misal, anda butuh panduan SMUO yang bisa mengarahkan ACTION anda secara benar. Bila anda ingin punya blog sukses spektakuler, anda perlu rahasia blogging yang sudah dirasakan manfaatnya misal oleh Mas Dafid dan Marurat.com.

Kembali ke soal tujuan, pastikan anda memang menginginkan karena itu sesuai dengan kata hati anda. Bukan karena ikut-ikutan, bukan juga hanya karena ingin terlihat keren. Namun pastikan itu karena memang panggilan dari dalam diri anda.

Saya masih ingat sebelum merintis bisnis internet ini. Ada sebuah momen yang tak terlupakan seumur hidup saya. Waktu itu untuk pertama kalinya saya membaca kisah orang di luar sana yang sukses berkat internet. Hati saya tergetar waktu itu dan serasa ada yang berbisik dalam hati saya: “Ini jalan hidup kamu Joko!”.

Sebelum berbisnis internet, saya sudah bekerja. Namun saya tak merasa enjoy dengan pekerjaan saya. Pekerjaan yang melelahkan dan saya rasa sulit untuk mewujudkan cita-cita saya untuk mencapai kebebasan finansial.

Internet kemudian yang saya jadikan jalan itu. Saya bergulat mencari cara berbisnis lewat internet. Belajar dari banyak sumber, mencoba beragam cara menghasilkan uang lewat internet. Trial dan error saya lalui. Sampai kemudian saya temukan cara sederhana yang sekarang populer dipakai banyak orang dan terbukti ampuh menghasilkan uang dari internet secara menyenangkan.

Boleh saya tanya, apa yang sedang anda kerjakan saat ini? Dan sudah sesuaikah dengan tujuan hidup yang ingin anda capai?

Siapakah sahabat sejati?

Siapakah Sahabat Sejati?

Sahabat sejati adalh ia yang mengetahui kelemahanmu
lalu memberimu kekuatan
Sahabat sejati dalah ia yang mengetahui kelebihanmu
lalu memberimu dukungan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui masalahmu
lalu memberimu bantuan dan pengertian
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui kesedihanmu
lalu memberimu kegembiraan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui cita-citamu
lalu memberimu semangat dan dorongan
Sahabat sejati adalah ia yang mengetahui kebodohanmu
lalu memberimu pengetahuan
Sahabat sejati adalah i yang mengetahui kealpaanmu
lalu memberimu peringatan dan petunjuk
Sahabat sejati adalah ia yang ADA SAAT KAU BAHAGIA DAN TETAP BERSAMA SAAT KAU BERDUKA.....

Kamis, 11 Maret 2010

sejarah sumur zam-zam

Sejarah Pembangunan > Sumur Zamzam

Pembangunan Sumur Zamzam Asal Zamzam

Hajar, ibunda Nabi Ismail adalah wanita yang pertama memakai minthaq (ikat pinggang berekor). Beliau memakainya dengan tujuan untuk menghilangkan jejaknya dari Sarah. Nabi Ibrahim membawa Hajar dan anaknya, Ismail yang masih dalam usia menyusu ke tempat yang agak tinggi di pinggir mesjid dekat Baitullah persisnya di atas Zamzam. Ketika itu di Mekah belum ada orang dan tidak ada air. Ibrahim menempatkan mereka berdua di sana dan meninggalkan sekantong kurma dan sekantong air untuk mereka. Nabi Ibrahim pergi meninggalkan mereka berdua. Tiba-tiba Hajar mengikutinya dan berkata, "Mau ke manakah engkau wahai Ibrahim? Kau tinggalkan kami di lembah yang tidak ada manusia dan tidak ada sesuatupun?" Pertanyaan itu terus diulang-ulang, tapi Ibrahim tidak menoleh dan tidak pula menjawab. Lalu Hajar bertanya, "Apakah Allah yang menyuruhmu berbuat demikian?" Ibrahim menjawab, "Ya." Hajar berkata, "Kalau memang begitu kami tidak keberatan."
Kemudian Hajar kembali dan Ibrahim meneruskan langkahnya, sampai di atas bukit, di mana keluarganya tidak dapat melihatnya lagi, beliau menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, "Ya Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami! semoga saja mereka tetap mendirikan salat, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
Ibunda Ismail minum dari kantong air untuk menyusukan anaknya, sampai suatu ketika air itupun habis dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, lalu dia pergi meninggalkannya karena tidak tega melihatnya kehausan. Dia pergi menuju bukit terdekat, yaitu bukit Safa lalu berdiri di atasnya dan memandang ke arah lembah di sekelilingnya apakah ada orang? Ternyata tidak ada. Dia turun melewati lembah sampai ke bukit Marwah, dia berdiri di atasnya dan memandang apakah ada orang? Ternyata tidak ada. Dia melakukan demikian sebanyak tujuh kali.
Ketika berada di atas bukit Marwah dia mendengar ada suara, dia berkata kepada dirinya sendiri, "Diam!" Setelah diperhatikannya betul-betul ternyata memang dia mendengar suara, kemudian dia berkata, "Aku telah mendengar, apakah di sana ada air?" Tiba-tiba dia melihat ada seorang malaikat dekat sumur Zamzam. Dia mengorek-orek tanah sampai tampak ada air yang bersumber dari bawah, lalu ia menciduk dengan tangannya dan dimasukkan ke dalam tempat air, setelah diciduk air tersebut justru malah memancar. Dia minum air tersebut dan menyusukan putranya, Ismail, lalu malaikat tersebut berkata kepadanya, "Jangan takut terlantar, sesungguhnya di sinilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini (Ismail) bersama ayahnya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menerlantarkan kekasihnya." Tidak lama kemudian datanglah orang-orang dan mereka turun di lembah Makkah, mereka melihat burung yang menjijikkan dan mereka berkata, "Burung ini berputar-putar di sekitar air, kami yakin di lembah ini ada air," lalu mereka mengirim utusan, ternyata mereka mendapatkan air, mereka kembali dan memberitahukan kepada orang-orang yang mengutus mereka tentang adanya air, maka merekapun mendatanginya, dan meminta izin dari Ummu Ismail bahwa mereka akan mampir ke sana, diapun mempersilahkan dengan syarat bahwa mereka tidak berhak memiliki (sumber) air tersebut, merekapun setuju.

Penemuan Kembali Zamzam
Ketika Abdul Mutalib sedang tidur di Hijir Ismail, dia mendengar suara menyuruhnya menggali tanah. Dia bertanya, "Tanah yang mana?" Keesokan harinya ketika dia tidur di tempat yang sama dia mendengar lagi suara yang sama menyuruhnya menggali madhnuunah (yang berharga). Dia bertanya, "Benda berharga yang mana?" Lalu dia pergi, dan keesokan harinya ketika dia tidur di tempat yang sama di Hijir Ismail dia mendengar lagi suara yang sama menyuruhnya menggali thayibah (yang baik). Dia bertanya, " Benda yang baik yang mana?" Akhirnya pada hari yang keempat dikatakan kepadanya, "Galilah Zamzam!" Dia bertanya, "Apa itu Zamzam?" Dijawab, " Air yang tidak kering dan tidak meluap " Setelah itu Abdul Mutalib diberitahu tempatnya lalu dia bangun dan menggali tempat yang diberitahukan itu. Orang-orang Quraisy bertanya kepadanya, "Apa yang kamu kerjakan ini hai Abdul Mutalib?" Dia menjawab, "Aku diperintahkan menggali Zamzam." Setelah dia dan orang-orang Qurasiy melihat sebentuk rusa, merekapun yakin bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Abdul Mutalib itu benar. Abdul Mutalib terus menggali hingga ketemu dua patung rusa yang terbuat dari emas, keduanya adalah rusa emas yang pernah dipendam oleh warga suku Jurhum ketika mereka diusir dari Mekah. Inilah sumur Ismail bin Ibrahim as. Dengan digalinya sumur Zamzam ini, sesuai yang ditunjukkan oleh Allah, maka wibawa Abdul Mutalib di mata kaumnyapun bertambah.

Senin, 08 Maret 2010

kesehatan

kesehatan

Mandi, Bikin Segar dan Sehat!

Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.

Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka menjalani test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:

Mengeluarkan racun

Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

Stress

Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

Eksema

Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

Infeksi

Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

Flu dan Sakit Kepala

Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

Insomnia

Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

artikel

Wali Sanga

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search

The Wali Sanga (also transcribed as Wali Songo) are revered saints of Islam in Indonesia, especially on the island of Java, because of their historic role in the Spread of Islam in Indonesia. The word wali is Arabic for "trusted one" ("guardian" in other contexts in Indonesia) or "friend of God" ("saint" in this context), while the word songo is Javanese for the number nine. Thus, the term is often translated as "9 saints".

Each man is often attributed the title sunan in Javanese, which may derive from suhun, in this context meaning "honoured".[1]

Most of the wali were also called raden during their lifetimes, because they were members of royal houses. (See "Style and Title" section of Yogyakarta Sultanate for an explanation of Javanese nobility terms.)

The graves of Wali Sanga are venerated as locations of ziarah (ziyarat) or local pilgrimage in Java. The graves are also known as pundhen in Javanese.



Some Muslim mystics came to Java from Gujarat, India via Samudera Pasai (part of what is now Aceh). The earliest wali songo was Maulana Malik Ibrahim (originally from Samarkand) who arrived on Java in 1419 CE.

Tracing the lineage back further than Maulana Malik Ibrahim is problematic. Although silsila are listed in various Javanese royal chronicles (such as Sejarah Banten) to denote ancestral lineage, the term in Sufism refers to a lineage of teachers. Some of these spiritual lineages are cited by van Bruinessen in his study of the Banten Sultanate, particularly in regard to Sunan Gunung Jati who was an initiate of various Sufi orders.[2]

Although popular belief sometimes refers to the wali songo as "founders" of Islam on Java, the religion was present by the time the Chinese Muslim admiral Zheng He arrived during his first voyage (1405-1407 CE).

Most of the wali songo had some Chinese ancestry; for example, Sunan Ampel (Chinese name Bong Swi Ho), Sunan Bonang (Ampel's son, Bong Ang), and Sunan Kalijaga (Gan Si Cang).[3]

Synopsis

The composition of the nine saints varies, depending on different sources. The following list is widely accepted, but its authenticity relies much on repeated citations of a handful of early sources, reinforced as "facts" in school textbooks and other modern accounts. This list differs somewhat from the names suggested in the Babad Tanah Jawi manuscripts.

One theory about the variation of composition is: "The most probable explanation is that there was a loose council of nine religious leaders, and that as older members retired or passed away, new members were brought into this council."[4] However, it should be borne in mind that the term "wali songo" was created retroactively by historians, and so there was no official "group of nine" that had membership. Further, the differences in chronology of the wali suggest that there might never have been a time when nine of them were alive contemporaneously.

Some of the family relationships described below are well-documented; others are less certain. Even today, it is common in Java for a family friend to be called "uncle" or "brother" despite the lack of blood relationship.

  • Maulana Malik Ibrahim also called Sunan Gresik: Arrived on Java 1404 CE, died in 1419 CE, buried in Gresik, East Java. Activities included commerce, healing, and improvement of agricultural techniques. Father of Sunan Ampel and uncle of Sunan Giri.
  • Sunan Ampel: Born in Champa in 1401 CE, died in 1481 CE in Demak, Central Java. Can be considered a focal point of the wali songo: he was the son of Sunan Gresik and the father of Sunan Bonang and Sunan Dradjat. Sunan Ampel was also the cousin and father-in-law of Sunan Giri. In addition, Sunan Ampel was the grandfather of Sunan Kudus. Sunan Bonang in turn taught Sunan Kalijaga, who was the father of Sunan Muria. Sunan Ampel was also the teacher of Raden Patah.
  • Sunan Giri: Born in Blambangan (now Banyuwangi, the easternmost part of Java) in 1442 CE. His father Maulana Ishak was the brother of Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri's grave is in Gresik near Surabaya.
  • Sunan Muria: Buried in Gunung Muria, Kudus. Son of Sunan Kalijaga and Dewi Soejinah (sister of Sunan Giri), thus grandson of Maulana Ishak.

Additional Wali sanga

Sources of Information

Information about Wali Sanga is usually available in three forms:

(a) cerita rakyat: usually written as school texts for children to understand the lives and teaching of the holy men who propagated Islam in Java and Sumatra. Some have been made into TV series, segments of which are available on YouTube.
(b) kraton (palace) manuscripts with 'sacred' connotations: in verse and subject to limited access.
(c) articles and books about the historical personages: by Indonesian and non-Indonesian writers who attempt to ascertain historical accuracy, sometimes by seeking corroboration from non-Indonesian accounts of history or religion.